|
PEMERINTAH KABUPATEN GOWADINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAHTIM PENGUJI MONEV KDKMP
Alamat: Jl. Masjid Raya No. 30 Sungguminasa |
|
LAPORAN HASIL MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) AKTIVASI KDKMP
KOPERASI DESA / KELURAHAN MANDIRI PANGAN (KDKMP) KABUPATEN GOWA
| Identitas Koperasi Subjek Evaluasi | Skor Aktivasi | Kategori Klasifikasi |
|---|---|---|
| KDKMP Desa Pakatto Mandiri Desa Pakatto • Kec. Bontomarannu Badan Hukum: AHU-005575.AH.01.26.TAHUN.2024 | 96.5 dari skala 100 poin | MANDIRI Kesiapan Operasional Penuh |
| 1. Nama Koperasi | KDKMP Desa Pakatto Mandiri |
| 2. No. Badan Hukum & Tanggal | AHU-005575.AH.01.26.TAHUN.2024 |
| 3. Alamat Kantor / Sekretariat | Jl. Poros Malino KM 21, Desa Pakatto |
| 4. Nama Responden & Jabatan | H. Mustari, S.E. [Ketua Koperasi] |
| 5. Jumlah Anggota Aktif | 77 Orang (Laki-laki: 45 orang / Perempuan: 32 orang) |
| 1. Pelaksanaan RAT Tahun Buku Terakhir |
[ ✓ ]
Tepat waktu (Januari - Maret)
[ ]
Terlambat (April - Juni)
[ ]
Belum/Tidak melaksanakan RAT dalam 1 tahun terakhir
Tanggal Pelaksanaan Terakhir: 12/02/2026
|
| 2. Partisipasi Anggota dalam RAT |
[ ]
< 50%
[ ]
50% - 75%
[ ✓ ]
> 75%
|
| 3. Kendala Utama Pelaksanaan RAT |
[ ]
Laporan keuangan/pertanggungjawaban belum siap disusun
[ ]
Kurangnya partisipasi atau kehadiran dari anggota
[ ]
Keterbatasan biaya operasional untuk menyelenggarakan RAT
[ ]
Konflik internal kepengurusan
|
| 1. Unit Usaha Aktif Berjalan |
[ ✓ ]
Unit Simpan Pinjam / Pembiayaan Mikro
[ ]
Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan (Saprodi)
[ ]
Pengolahan Pascapanen (Sektor Pertanian/Peternakan/Perkebunan)
[ ]
Perdagangan Umum / Toko Kelontong / Wariwiri Desa
[ ]
Jasa Komersial (Transportasi, Logistik, PPOB Digital)
|
| 2. Dokumen Rencana Bisnis Tertulis |
[ ✓ ]
Sudah ada dokumen formal (jangka pendek & menengah) dan dijalankan
[ ]
Ada rencana pengembangan, tetapi belum dituangkan dalam dokumen formal
[ ]
Belum memiliki rencana bisnis sama sekali
|
| 3. Hambatan Eksekusi Rencana Bisnis |
[ ]
Keterbatasan modal kerja dan investasi
[ ]
Keterbatasan teknologi dan infrastruktur pendukung
[ ]
Akses pasar dan rantai pasok yang terbatas
|
| 1. Stabilitas Pasokan & Sembako |
[ ✓ ]
Sangat Berperan: KDMP memiliki unit toko/grosir yang menjual sembako dengan harga stabil di bawah harga pasar saat terjadi lonjakan harga.
[ ]
Cukup Berperan: Menyediakan pasokan sembako secara berkala, namun volume dan harga masih fluktuatif mengikuti pasar.
[ ]
Belum Berperan: Belum memiliki unit usaha pasokan pangan/sembako untuk masyarakat umum.
|
| 2. Pengelolaan Stok Hasil Panen |
[ ✓ ]
Memiliki gudang penyimpanan yang memadai dan mampu menampung hasil panen untuk menjaga pasokan lokal.
[ ]
Menampung hasil panen anggota, namun langsung dijual ke pihak luar karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan jangka panjang.
[ ]
Belum mampu menyerap hasil pangan dari anggota/petani setempat.
|
| 3. Memutus Ketergantungan Tengkulak |
[ ✓ ]
Ya, Berhasil: Anggota lebih memilih menjual hasil panen ke KDMP dan memanfaatkan Simpan Pinjam koperasi karena bunganya jauh lebih aman/adil.
[ ]
Sebagian/Proses: Sebagian anggota mulai beralih, namun ketergantungan pada tengkulak masih tinggi karena modal kas koperasi terbatas.
[ ]
Belum Berhasil: Mayoritas petani/warga desa masih terikat utang sistem ijon dengan tengkulak/rentenir lokal.
|
| 1. Pemahaman Pengurus thd SimKopdes |
[ ✓ ]
Sangat Paham: Pengurus tahu fungsi, fitur, dan sudah dilatih cara mengoperasikannya.
[ ]
Tahu Sebatas Nama: Pernah mendengar tentang aplikasi SimKopdes, tetapi belum memahami cara kerja dan menunya secara detail.
[ ]
Belum Tahu: Belum pernah mendengar atau mendapatkan sosialisasi sama sekali mengenai aplikasi ini.
|
| 2. Efektivitas Penggunaan Aplikasi |
[ ✓ ]
Sudah Implementasi Penuh: Seluruh data anggota, transaksi simpan pinjam, dan laporan keuangan sudah diinput ke SimKopdes.
[ ]
Tahap Uji Coba/Parsial: Baru digunakan untuk pencatatan data anggota, sedangkan pembukuan keuangan masih manual/Excel.
[ ]
Belum Digunakan Sama Sekali: Masih menerapkan sistem pencatatan manual/buku fisik.
|
| 3. Kendala Adopsi SimKopdes |
[ ]
Keterbatasan perangkat keras (Laptop/Komputer kantor tidak memadai)
[ ✓ ]
Kualitas jaringan internet di lokasi desa tidak stabil
[ ]
Kemampuan/Literasi digital pengurus masih rendah (butuh pendampingan intensif)
[ ]
Aplikasi dirasa terlalu rumit dan butuh penyederhanaan fitur
|
| 1. Kemitraan yang Sedang Berjalan |
|
||||
| 2. Target Sasaran Mitra Strategis |
[ ]
Perusahaan teknologi untuk digitalisasi ekosistem koperasi
[ ]
Industri skala besar/nasional untuk penyerapan produk desa
[ ]
Lembaga pembiayaan non-bank khusus koperasi (LPDB, dll)
|
||||
| 3. Strategi Menarik Perhatian Mitra |
[ ✓ ]
Menjamin standardisasi kualitas produk hasil desa secara konsisten
[ ]
Membuka sistem bagi hasil/kemitraan yang transparan berbasis digital
[ ]
Memanfaatkan fasilitasi dan jaminan regulasi dari Pemerintah Kabupaten Gowa
|
| 1. Sektor Potensi Ekonomi Wilayah |
[ ✓ ]
Pertanian Tanaman Pangan (Padi, Jagung, dll)
[ ]
Hortikultura & Perkebunan (Sayur-sayuran, Kopi, Cengkeh, dll)
[ ]
Sektor Peternakan (Sapi Perah, Sapi Potong, Unggas)
[ ]
Sektor Pariwisata / Ekonomi Kreatif Desa
|
| 2. Pemanfaatan Potensi Wilayah |
[ ✓ ]
Sudah optimal menjadi agregator utama hasil bumi desa
[ ]
Baru sebatas penyedia input produksi (pupuk/pakan), belum masuk ke pengolahan
[ ]
Belum termanfaatkan karena keterbatasan modal dan alat pascapanen
|
| 3. Proyeksi Target Omset Tahunan |
[ ]
< Rp 100 Juta / tahun
[ ]
Rp 100 Juta - Rp 500 Juta / tahun
[ ✓ ]
Rp 500 Juta - Rp 1 Miliar / tahun
[ ]
> Rp 1 Miliar / tahun
|
| 1. Pendidikan Pengurus Inti |
[ ]
Mayoritas lulusan SLTA/Sederajat
[ ✓ ]
Mayoritas lulusan Diploma (D3) / Sarjana (S1)
[ ]
Di bawah SLTA
|
||||||||||||||||||||
| 2. Matriks Kompetensi Teknis |
|
||||||||||||||||||||
| 3. Sertifikasi Kompetensi Resmi |
[ ✓ ]
Sudah ada pengurus/pengelola yang bersertifikasi kompetensi resmi
[ ]
Pernah mengikuti pelatihan, tetapi belum memiliki sertifikasi kompetensi
[ ]
Belum pernah mengikuti pelatihan formal perkoperasian/manajemen bisnis
|
||||||||||||||||||||
| 4. Kebutuhan Pelatihan Mendesak |
[ ]
Pelatihan Pembukuan Keuangan Koperasi berbasis Digital
[ ✓ ]
Pelatihan Manajemen Bisnis, Pemasaran, dan Negosiasi Kemitraan
[ ]
Pelatihan Kepemimpinan Organisasi dan Standard Operasional Prosedur (SOP)
[ ]
Pelatihan Teknis Produksi/Pengolahan Produk Pascapanen
|
| 1. Dukungan/Program yang Pernah Diterima |
[ ✓ ]
Pembinaan/Penyuluhan rutin dari Dinas Koperasi dan UKM Gowa
[ ]
Bantuan Stimulus Permodalan / Hibah Alat Produksi
[ ]
Fasilitasi legalitas, sertifikasi produk (PIRT, Halal), atau izin usaha
[ ]
Pelibatan koperasi dalam pameran dagang atau pasar murah daerah
[ ]
Belum pernah menerima dukungan/program sama sekali
|
| 2. Bentuk Kebijakan yang Paling Dibutuhkan |
[ ]
Regulasi Daerah (Perbup/Perda): Kebijakan tertulis yang mewajibkan/memprioritaskan pemanfaatan produk lokal desa melalui KDMP.
[ ]
Integrasi Hulu-Hilir SKPD: Sinkronisasi program pembinaan lintas instansi (Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, PMD, dll).
[ ]
Fasilitasi Akses Keuangan: Rekomendasi atau penjaminan daerah untuk mengakses pembiayaan lunak (seperti KUR Daerah atau LPDB).
[ ]
Infrastruktur Kewilayahan: Pembangunan/perbaikan akses jalan produksi, jaringan internet, atau pasar desa penunjang lokasi KDMP.
|
| 3. Penilaian Kemudahan Perizinan/Layanan |
[ ✓ ]
Sangat Mudah dan Responsif
[ ]
Cukup Mudah, namun birokrasi masih agak panjang
[ ]
Sulit / Kurang koordinasi
|
| No | Dimensi Kesiapan | Skor (0-100) | Status Capaian | Rekomendasi Tindak Lanjut & Intervensi Pendampingan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tata Kelola RAT | 100 | Tinggi (Mandiri) | Tata kelola organisasi dan pelaksanaan RAT sangat tertib, transparan, dan memenuhi standar akuntabilitas. |
| 2 | Rencana Bisnis | 100 | Tinggi (Mandiri) | Dokumen rencana bisnis formal lengkap dan diimplementasikan secara terukur oleh pengurus. |
| 3 | Peran Inflasi | 100 | Tinggi (Mandiri) | Sangat efektif mengendalikan harga pangan pokok desa dan berhasil memutus ketergantungan tengkulak. |
| 4 | Digitalisasi | 100 | Tinggi (Mandiri) | Implementasi SimKopdes berjalan penuh, pelaporan digital aktif dan terintegrasi. |
| 5 | Kemitraan | 100 | Tinggi (Mandiri) | Kemitraan multi-pihak sangat kuat (Pemda, Perbankan, Swasta, dan Petani/UMKM). |
| 6 | Potensi & Omset | 86.7 | Tinggi (Mandiri) | Optimalisasi potensi komoditas desa sangat unggul dengan realisasi/proyeksi omset di atas Rp 1 Miliar. |
| 7 | Kesiapan SDM | 92.5 | Tinggi (Mandiri) | SDM pengurus dan pengelola berdaya saing tinggi, bersertifikasi, dan cakap tata kelola hukum. |
| 8 | Dukungan Pemkab | 80 | Tinggi (Mandiri) | Sinergi fasilitasi Pemkab optimal, akses layanan pembinaan dinas dinilai sangat memuaskan. |
| 9 | Keaktifan Anggota | 70 | Sedang (Berkembang) | Keanggotaan bertumbuh stabil, perlu peningkatan loyalitas transaksi anggota pada koperasi. |
| Prioritas Diklat SDM Mendesak |
|
| Dukungan Kebijakan Pemkab Diharapkan |
|
"Kemajuan pesat setelah mengikuti bimbingan teknis SimKopdes dan kemitraan perbankan."
|
Responden Koperasi, Ketua Koperasi
[ Tanda Tangan & Cap Koperasi ]
H. Mustari, S.E. KDKMP Desa Pakatto Mandiri |
Sungguminasa, 10 March 2026 PETUGAS MONEV LAPANGAN
[ Tanda Tangan Resmi ]
H. Ratnawati (Petugas Monev) Tim Monev KDKMP Kabupaten Gowa (Bappeda Gowa) |
Mengetahui,
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa
Dr. H. Contoh Nama Kadis, M.Si
Pembina Utama Madya, IV/d
NIP. 19750101 200003 1 001